Mencari Calon Bintang Melibatkan Pemirsa Televisi :: Nakinisa Sima

Mencari Calon Bintang Melibatkan Pemirsa Televisi

Menjadi seorang bintang penuh gemerlap hingga saat ini masih menjadi pilihan hidup sebagian remaja tanan air. Kebutuhan akan seorang bintang ini seiring dengan maraknya industri hiburan untuk mewujudkan impian sebagai tuan rumah di negeri sendiri. Tetesan air mata, tertawa, emosi, belakangan ini menjadi tontonan menarik sejak awal tahun 2004. Berbagai bentuk acara talent search yang digelar di sejumlah stasiun televisi tampaknya menjadi pilihan hiburan keluarga.

Sebuah tayangan di televisi yang mengikut sertakan pemirsa dalam memilih calon bintang yang berkenan di hatinya dengan menggunakan metode sms dan telepon. Kehidupan semu dunia hiburan perlu juga diketahui oleh para calon bintang.

Saat ini kita tidak bisa menghindari pengaruh asing dalam era globalisasi, termasuk dalam dunia hiburan dan yang sedang masyarakat sukai saat ini yakni talent search. Mencari bintang idola dengan melibatkan pemirsa televisi.

Sebenarnya acara seperti ini sudah berlangsung di tahun 90-an di Amerika, hanya belum terbentuk seperti sekarang ini. Tanggapan masyarakat Amerika terhadap acara tersebut berubah saat polanya diubah menjadi model Reality Show. Liputan sehari-hari si calon bintang dikupas habis, keadaan keluarga, masa lalunya diungkapkan dan emosi penonton dilibatkan dalam acara ini membuat model acara seperti ini disukai masyarakat Amerika.

Sepertinya pola mengikut sertakan sentuhan emosi masyarakat ini juga disukai masyarakat Indonesia dan sekarang menjadi acara yang disukai dan dinanti-nanti penayangan di televisi oleh masyarakat. Terbukti bila ada calon bintang yang dinyatakan gagal dan harus meninggalkan kompetisi, tampak pada layar televisi gambar penonton yang menangis dan itu bisa terjadi pada beberapa orang. Dari pengamatan, pemirsa di rumah juga banyak yang menitikkan air mata. Mungkin mereka sedih karena bintang pujaannya harus tersisih atau tidak diperkenankan melanjutkan kompetisi.

Konsep Reality Show tampaknya berhasil dalam hal ini, melibatkan emosi masyarakat dalam menentukan pilihannya. Melihat keberhasilan salah satu stasiun televisi menggelar acara reality show dengan tema talent search, ada kecenderungan stasiun televisi lain juga menggelar acara seperti itu dengan tema berbeda yang juga disukai masyarakat. Misal pemilihan seorang model wanita atau pria, pemilihan bintang sinetron, pemilihan bintang musik dangdut, pemilihan bintang idola, hingga pemilihan bintang anak-anak.

Tayangan tidak hanya pada saat mereka pentas saja tapi juga kegiatan mereka selama masa seleksi awal, presentasi, masuk asrama, saat ada yang sakit dan harus operasi, cara mereka memilih gaun untuk pentas, hingga gossip-gosip yang disukai remaja. Semuanya dikemas dan disajikan setiap hari kepada pemirsa, seolah-olah pemirsa tidak boleh meninggalkan sedetikpun liputan keseharian bintang pujaannya.

Kalau setiap saat disuguhkan pola acara yang sama, cepat membosankan. Perlu dibuat formula baru yang lebih segar agar masyarakat tetap mendapat acara yang terbaru. Bila perlu waktunya tidak perlu bersambung, mungkin setahun satu kali saja atau paling banyak dua kali.

Talent search adalah salah satu cara yang tepat saat ini untuk mencari bakat-bakat remaja Indonesia yang akan terjun ke dunia hiburan pada umumnya. Berani untuk ikut seleksi, presentasi kemampuan pada awal di hadapan dewan juri, adalah salah satu upaya yang dilakukan remaja agar apa yang diimpikannya dapat terlaksana.

Namun dibalik itu semua, calon bintang yang terjaring lewat talent search selain memperoleh pendidikan juga harus mendapat pengetahuan, bagaimana dunia hiburan itu sebenarnya, bagaimana persaingan diantara bintang, terus melatih kemampuan, tidak sombong, mendengarkan semua pendapat yang tidak menyenangkan tentang kemampuannya.

[Source : View]


Related Content by Category



Blog Widget by LinkWithin
Feel free to subscribe via Rss Feed or enter your e-mail below to have the latest update !
Your e-Mail:

Subscribe to Nakinisa Sima

0 comments

Post a Comment

Silahkan berkomentar, bercanda boleh, asal jangan spam!