Pembajakan Lagu Ringtones Melanggar Hak Cipta :: Nakinisa Sima

Pembajakan Lagu Ringtones Melanggar Hak Cipta

Rangkaian nada-nada indah yang keluar dari selular (handphone) hingga saat ini masih menjadi tren bagi penggunanya. Lagu-lagu yang popular seperti dari album Peterpan, Radja, Padi, Ungu dan lainnya dapat dinikmati lewat selular, baik secara utuh maupun sebagai nada panggil. Tapi sadarkah Anda bahwa nada-nada indah yang lebih dikenal dengan nada dering (ringtones) itu juga dilindungi hak cipta?.

Seperti diketahui, ringtones adalah salah satu ladang usaha yang menghasilkan keuntungan cukup besar. Tak heran bila, saat ini tersedia banyak penyedia layanan ringtones yang menjual ringtones kepada pelanggannya. Mereka secara berkala mengiklankan produknya di beberapa media cetak dan elektronik seperti planet mobile, club mobile.

Ringtone atau nada dering yang mulai dikenal di Indonesia tahun 2002 menghasilkan royalti (per-forming right) bagi pencipta lagu sebesar Rp 178.450.000. Jumlah itu meningkat menjadi Rp 1.017.826.472 di tahun 2003 dan mencapai Rp 2.268.342.966 pada tahun 2004. Royalti itu dikumpulkan YKCI (Yayasan Karya Cipta Indonesia). Pada tahun 2004, nada dering diperkirakan didownload oleh tidak kurang dari enam juta pemilik telepon seluler.

Undang Undang No. 19 Tahun 2002 tentang Hak Cipta (UUHC), yang dimaksud dengan hak cipta adalah hak eksklusif yang dimiliki oleh pencipta maupun penerima hak cipta. Tujuannya, untuk mengumumkan atau memperbanyak ciptaannya maupun memberi izin untuk hak cipta.

Hak cipta dipegang oleh pemegang hak cipta, yakni pencipta sebagai pemilik hak cipta, atau pihak yang menerima hak tersebut dari pencipta. Dapat juga, pihak lain yang menerima lebih lanjut hak dari pihak yang menerima hak tersebut. Adapun yang diartikan dengan ciptaan atau karya cipta adalah setiap karya pencipta yang menunjukkan keasilannya dalam lapangan ilmu pengetahuan, seni maupun sastra.

UUHC juga menjelaskan jenis-jenis ciptaan apa saja yang dilindungi oleh hak cipta. Pasal 12 ayat (1), ada 12 jenis karya cipta yang dilindungi oleh hak cipta. Termasuk di dalamnya, ciptaan lagu atau musik dengan atau tanpa teks, termasuk karawitan dan rekaman suara. Menarik untuk diperhatikan, yang termasuk dilindungi oleh hakcipta adalah karya cipta dari hasil pengalihwujudan suatu karya cipta.

Dari kata-kata hasil dari pengalihwujudan, ringtones adalah salah satu jenis musik, atau setidaknya pengalihwujudan dari suatu bentuk musik atau lagu yang tentu saja ada penciptanya. Artinya, masyarakat harus membayar hak cipta kalau menggunakan sebuah lagu untuk dijadikan nada dering. Dengan demikian ringtones juga termasuk karya cipta yang dilindungi oleh hakcipta.

Di balik keuntungan besar, sebenarnya ada kewajiban yang harus dipenuhi para penyedia jasa tersebut. Jika mereka lalai, acaman hukumannya adalah penjara dan atau denda ratusan juta rupiah. Kewajiban yang dimaksud adalah membayar royalti terhadap produk utama mereka, ringtones. Bila tak membayar royalti, berarti para penyedia jasa ringtones tersebut, dituduh menggunakan ciptaan orang lain tanpa ijin atau sudah melanggar hak cipta.

Ancaman pidana dalam UUHC untuk pelanggar hak cipta cukup berat. Pasal 72 ayat (1), undang-undang tersebut dengan tegas menyatakan, siapapun yang dengan sengaja melanggar hak cipta, dipidana penjara paling lama tujuh tahun atau denda setinggi-tingginya Rp 5 miliar.

Agar tidak dituduh melanggar hak cipta dan mendapat hukuman, kemana sebaiknya mengurus perijinan?
Dari berbagai informasi yang diperoleh, ada dua tempat yang harus didatangi untuk mengurus kedua jenis lisensi tersebut. Hak untuk mereproduksi atau memperbanyak hasil ciptaan dengan ijin atau lisensi (reproduction right lisence). Pebisnis harus datang langsung kepada tiap-tiap penerbit (publisher) dari lagu yang dijadikan ringtones. Sedangkan untuk hak untuk mengumumkan dan menjual hasil perbanyakan itu dengan ijin atau lisensi (communication right lisence), pebisnis dapat menghubungi Yayasan Karya Cipta Indonesia (YKCI). Pastikan, ketika ponsel Anda bernyanyi, itu bukan lagu bajakan.

[Source : View]


Related Content by Category



Blog Widget by LinkWithin
Feel free to subscribe via Rss Feed or enter your e-mail below to have the latest update !
Your e-Mail:

Subscribe to Nakinisa Sima

0 comments

Post a Comment

Silahkan berkomentar, bercanda boleh, asal jangan spam!