Televisi Swasta Indonesia Berkembang Cepat :: Nakinisa Sima

B icara mengenai dunia pertelevisian, saat ini memang sedang berkembang sangat cepat. Indonesia dulu hanya memiliki 1 stasiun Televisi Nasional yaitu TVRI yang berdiri pada tahun 1962. Sejak Menteri Penerangan mengeluarkan SK Nomor 111/90 kini di tahun 2007 sudah ada 10 stasiun televisi Swasta Nasional yang terdiri dari RCTI, SCTV, Indosiar, Trans TV, Trans|7, ANTV, Global TV, TPI, Metro TV dan tvOne (sebelumnya Lativi). Dan untuk wilayah Jakarta ditambah lagi dengan 2 stasiun Televisi Lokal yaitu Jak TV dan O Channel.

Berkembangnya Televisi Swasta di Indonesia khususnya di Jakarta melahirkan bermacam-macam program acara yang ditampilkan oleh masing-masing stasiun televisi. Dimana setiap stasiun televisi tersebut berusaha menampilkan program yang bervariasi.

Jenis-jenis program yang terdapat di televisi swasta saat ini terdiri dari Siaran Berita, Siaran Non-berita dan siaran Iklan. Sebagian jenis-jenis program tersebut diproduksi oleh masing-masing stasiun televisi secara in-house kecuali iklan.

Beberapa hari yang lalu saya sempat menginterview seorang teman seperjuangan saat masih berstatus ABG, apa sih ABG? yang pasti Anda lebih tau dari saya apa itu ABG, atau cari aja kata kunci ABG di sini :). Beliau bekerja sebagai tenaga ahli desain dan animasi di salah satu stasiun tv swasta nasional.

Menurut "Geger" begitu panggilan akrabnya yang sebenarnya bernama Agus Nugraha, banyak stasiun televisi yang tidak sanggup untuk mengerjakan sendiri paket-paket programnya terutama di proses paska produksi. Program televisi berjenis berita seperti current affairs program, sports, dan non-berita seperti sinetron, film, infotainment, musik serta kuis ternyata banyak menggunakan perusahaan jasa paska produksi dari luar stasiun televisi tesebut.
"Dengan semakin banyaknya progam yang dibutuhkan, semakin banyak pula kebutuhan untuk pengerjaan proses paska produksinya. Dimana sebagian besar stasiun televisi yang memiliki kemampuan alat dan keterbatasan tenaga kerja serta waktu, justru membutuhkan jasa paska produksi dari luar stasiun televisi itu sendiri", tegasnya.

Sementara ini pihak televisi secara jangka panjang tidak melakukan perluasan di bidang paska produksi, karena membutuhkan peralatan yang tidak sedikit, dan masalah ketenagakerjaan yang membuat stasiun televisi harus membuang biaya serta waktu dalam menanggung perekrutan karyawan baru beserta hak dan kewajibannya.

Dengan menggunakan jasa Post Production dari luar stasiun televisi, setidaknya budget pengeluaran pihak stasiun tv menjadi lebih sedikit, karena tidak harus memikirkan gaji karyawan rutin beserta tanggungannya, perawatan alat dan keterbatasan waktu dalam membagi jadwal paska produksi program-programnya.

Misalnya ANTV, dalam seminggu terdapat 40 program acara yang terdiri dari Berita dan Non-berita. 5 program acara mingguan yaitu Telisik, Mata Rantai, Kasmaran, Berbagi Cerita, dan 1 acara stripping Senin sampai Jumat (5 kali tayang) yaitu Santai Bareng Yuk. Itu semua harus dikerjakan di luar stasiun untuk proses editingnya. Berarti dalam satu minggu terdapat 10 kali proses editing menggunakan jasa Post Production.

Begitu juga halnya di Trans|7 terdapat beberapa program sports dan current affairs yang dikerjakan oleh post production di luar stasiun televisi tersebut, itupun masih tidak mencukupi karena terbatasnya jadwal editing di beberapa tempat post production. Sehingga permintaan akan jasa post production ini meningkat.

Ini adalah salah satu peluang membuka usaha baru di bidang post production untuk mencukupi kebutuhan paska produksi bagi stasiun-stasiun televisi di Jakarta yang jumlahnya mencapai 12 stasiun televisi. Belum lagi kebutuhan dari Rumah Produksi (Production House) yang turut mensuplai acara-acara seperti sinetron dan infotainment atau iklan bagi televisi.

Saya rasa ini merupakan kesempatan yang cukup menarik tentunya untuk pemilik modal yang mungkin ingin membuka lapangan pekerjaan, dilihat dari survey yang dilakukan ke beberapa stasiun televisi yang masih memanfaatkan jasa post production dalam menyelesaikan program-programnya yang tidak sanggup untuk mengerjakan secara in-house.


Related Content by Category



Blog Widget by LinkWithin
Feel free to subscribe via Rss Feed or enter your e-mail below to have the latest update !
Your e-Mail:

Subscribe to Nakinisa Sima

6 comments

Rais said... @ June 18, 2008 at 11:42 AM

kepengen nya buat stasiun tv sendiri dah...biar nonton sendiri hehehehehe

Nakinisa said... @ June 21, 2008 at 6:12 AM

@ Rais
berawal dari cita-cita, kemudian niat, dan menghasilkan tindakan, who knows?
tp yg terakhirnya kurang enak, masa saya ga boleh ikutan nonton:)

Hakimtea said... @ June 21, 2008 at 8:08 PM

Tambahan stasiun televisi dari bandung:
1. Bandung TV
2. MQTV
3. PJTV
4. Spacetoon
5. TV Chanel
6. STV

Terakhir TVRI Bandung... heuheu

Nakinisa said... @ June 24, 2008 at 2:44 AM

@ Hakimtea
+ sama TPI Bandung :)

masenchipz said... @ July 3, 2008 at 5:14 PM

wah... ada tambahan lagi... satu TV di suatu daerah... gw pernah nonton dsana 2 kali... dan wooow... tuh TV...kalio misal di Bioskop muter Film... maka 2 hari setelah diputer... di TV ini muter juga... ga tau ini sebenernya TV lokal buat mbajak ato apa... gw ga mo nyebutin... ga enak... ntr gw bsa kena santet... bahaya... maklum... itu daerah timur.. lumayan kecil daerahnya... wooow dah... jadi serasa nonton bioskop sendiri... soalnya kadang 1 haripun dah diputar di TV ini...

Firdauseditor@gmail.com said... @ May 12, 2009 at 7:21 PM

Punya link or trik nga bagaimana cara agar project paska produksinya dihandle kita,.. Thx

Post a Comment

Silahkan berkomentar, bercanda boleh, asal jangan spam!