Sebagai Balasan Kepada Orang Tua :: Nakinisa Sima

A pakah yang sudah kita berikan kepada orang tua kita?. Sejak tangis pertama saat kita dilahirkan, terlalu banyak kesulitan dan kepahitan yang kita berikan kepada mereka.

Sebesar apapun balasan yang telah kita berikan, rasanya tak bisa kita bandingkan dengan pengorbanan dan jasa mereka selama ini. Marilah sejenak kita renungkan beberapa hal yang sebagian kecil mungkin diantara kita pernah melakukan hal-hal yang menyakiti perasaan mereka semasa hidup sebagai balasan.

Waktu kamu berumur 1 tahun
Dia menyuapi dan memandikanmu.
Sebagai balasannya ... Kau menangis sepanjang malam.

Waktu kamu berumur 2 tahun
Dia mengajarimu bagaimana cara berjalan.
Sebagai balasannya ... Kamu kabur waktu dia memanggilmu.

Waktu kamu berumur 3 tahun
Dia memasak semua makananmu dengan kasih sayang.
Sebagai balasannya ... Kamu buang piring berisi makananmu ke lantai.

Waktu kamu berumur 4 tahun
Dia memberimu pensil warna.
Sebagai balasannya ... Kamu corat coret tembok rumah dan meja makan.

Waktu kamu berumur 5 tahun
Dia membelikanmu baju-baju mahal dan indah.
Sebagai balasannya ... Kamu memakainya bermain di kubangan lumpur.

Waktu berumur 6 tahun
Dia mengantarmu pergi ke sekolah.
Sebagai balasannya ... Kamu berteriak "NGGAK MAU ...!".

Waktu berumur 7 tahun
Dia membelikanmu bola.
Sebagai balasannya ... Kamu melemparkan bola ke jendela tetangga.

Waktu berumur 8 tahun
Dia memberimu es krim.
Sebagai balasannya ... Kamu tumpahkan dan mengotori seluruh bajumu.

Waktu kamu berumur 9 tahun
Dia membayar mahal untuk kursus-kursusmu.
Sebagai balasannya ... Kamu sering bolos dan sama sekali nggak mau belajar.

Waktu kamu berumur 10 tahun
Dia mengantarmu kemana saja, dari kolam renang sampai pesta ulang tahun.
Sebagai balasannya ... Kamu melompat keluar mobil tanpa memberi salam.

Waktu kamu berumur 11 tahun
Dia mengantar kamu dan teman-teman kamu ke bioskop.
Sebagai balasannya ... Kamu minta dia duduk di barisan lain.

Waktu kamu berumur 12 tahun
Dia melarangmu melihat acara tv khusus untuk orang dewasa.
Sebagai balasannya ... Kamu tunggu sampai dia keluar rumah.

Waktu kamu berumur 13 tahun
Dia menyarankanmu untuk memotong rambut karena sudah waktunya.
Sebagai balasannya ... Kamu bilang dia tidak tahu mode.

Waktu kamu berumur 14 tahun
Dia membayar biaya untuk kemahmu selama liburan.
Sebagai balasannya ... Kamu nggak pernah menelponnya.

Waktu kamu berumur 15 tahun
Pulang kerja dia ingin memelukmu.
Sebagai balasannya ... Kamu kunci pintu kamarmu.

Waktu kamu berumur 16 tahun
Dia mengajari kamu mengemudi mobil.
Sebagai balasannya ... Kamu pakai mobilnya setiap ada kesempatan tanpa mempedulikan kepentingannya.

Waktu kamu berumur 17 tahun
Dia sedang menunggu telpon yang penting.
Sebagai balasannya ... Kamu pakai telpon non stop semalaman.

Waktu kamu berumur 18 tahun
Dia menangis terharu ketika kamu lulus SMA.
Sebagai balasannya ... Kamu berpesta dengan teman-temanmu sampai pagi.

Waktu kamu berumur 19 tahun
Dia membayar semua kuliahmu dan mengantarmu ke kampus pada hari pertama.
Sebagai balasannya ... Kamu minta diturunkan jauh dari pintu gerbang biar nggak malu sama teman-teman.

Waktu kamu berumur 20 tahun
Dia bertanya "Darimana saja seharian ini?".
Sebagai balasannya ... Kamu menjawab, "Ah, cerewet amat sih, pengen tahu urusan orang."

Waktu kamu berumur 21 tahun
Dia menyarankanmu satu pekerjaan bagus untuk karir masa depanmu.
Sebagai balasannya ... Kamu bilang "Aku nggak mau seperti kamu".

Waktu kamu berumur 22 tahun
Dia memelukmu dan haru waktu kamu lulus perguruan tinggi.
Sebagai balasanmu ... Kamu tanya kapan kamu bisa main ke luar negeri.

Waktu kamu berumur 23 tahun
Dia membelikanmu 1 set furniture untuk rumah barumu.
Sebagai balasannya ... Kamu ceritakan ke temanmu betapa jeleknya furniture itu.

Waktu kamu berumur 24 tahun
Dia bertemu dengan tunanganmu dan bertanya tentang rencana di masa depan.
Sebagai balasannya ... Kamu mengeluh "Aduh gimana sih kok bertanya seperti itu".

Waktu kamu berumur 25 tahun
Dia membantumu membiayai pernikahanmu.
Sebagai balasannya ... Kamu pindah ke kota lain yang jaraknya lebih dari 500 km.

Waktu kamu berumur 30 tahun
Dia memberimu nasehat bagaimana merawat bayimu.
Sebagai balasannya ... Kamu katakan "Sekarang jamannya sudah beda".

Waktu kamu berumur 40 tahun
Dia menelponmu untuk memberitahu pesta salah satu saudara dekatmu.
Sebagai balasannya ... Kamu jawab "Aku sibuk sekali, nggak ada waktu".

Waktu kamu berumur 50 tahun
Dia sakit-sakitan sehingga memerlukan perawatanmu.
Sebagai balasannya ... Kamu baca tentang pengaruh negatif orang tua yang numpang tinggal di rumah anaknya.

Hingga SUATU HARI, dia meninggal dengan tenang, tiba-tiba kamu teringat semua yang belum pernah kamu lakukan, dan itu menghantam HATIMU bagaikan pukulan godam.

" MAKA, JIKA ORANGTUAMU MASIH ADA, BERIKANLAH KASIH SAYANG DAN PERHATIAN LEBIH DARI YANG PERNAH KAMU BERIKAN SELAMA INI. JIKA ORANG TUAMU SUDAH TIADA, INGATLAH KASIH SAYANG DAN CINTANYA YANG TELAH DIBERIKANNYA DENGAN TULUS TANPA SYARAT KEPADAMU "

Source [ Suara Merdeka ]


Related Content by Category



Blog Widget by LinkWithin
Feel free to subscribe via Rss Feed or enter your e-mail below to have the latest update !
Your e-Mail:

Subscribe to Nakinisa Sima

2 comments

Ani said... @ July 15, 2008 at 2:45 PM

Betul sekali mas, mumpung orang tua kita masih ada, sebisa mungkin bahagiakan mereka. Jangan sampai nantinya kita menyesal, bagaimanapun yang namanya ortu, begitu banyak pengorbanannya untuk anak2nya.

Nakinisa said... @ July 16, 2008 at 10:35 PM

@ Ani
iya mba, penyesalan itu juga sudah datang saat ortu masih ada, bila mengingat apa yang telah kita perbuat selama ini kepada mereka.

Post a Comment

Silahkan berkomentar, bercanda boleh, asal jangan spam!