Nilai Inflasi Dan Masa Depan Rupiah :: Nakinisa Sima

Nilai Inflasi Dan Masa Depan Rupiah

Banyak orang tidak sadar bahwa nilai uang secara umum akan melemah di masa depan, Rupiah misalnya. Di pertengahan 1970-an harga sebungkus kacang atau kerupuk dari warung pojok jalan kita beli dengan Rp 2,5 ,- (dua rupiah 50 sen), yang kini sudah Rp 500,-, itulah yang namanya inflasi. Penjelasan secara ekstra sederhana adalah, pemerintah membiayai anggaran negara yang defisit dengan mencetak uang baru.

Sebab lainnya adalah karena sistem ekonomi yang cenderung monopolistik sehingga terjadi kenaikan harga-harga untuk komoditi-komoditi vital seperti terigu, dll. Juga faktor komponen produksi di dalam negeri yang bisa berasal dari luar negeri sehingga rentan terhadap fluktuasi harga internasional. Itu semua menyumbang bagi terciptanya level inflasi tertentu.

Inflasi akibat bertambahnya jumlah uang rupiah yang beredar sebenarnya normal, asal angkanya dijaga tetap kecil. Sebab kalau sampai melejit akan menyebabkan krisis inflasi dan melonjaknya harga-harga barang.

Utang negara, munculnya kerusuhan dan keresahan masyarakat, naiknya ongkos produksi barang, dan melonjaknya gaji buruh juga bisa jadi penyebab inflasi. Ingat ketika rakyat ramai-ramai menarik uangnya dari bank tahun 1998, mau tidak mau bank sentral harus menyuplai uang sebanyak yang akan ditarik agar tidak ada sangkaan bahwa bank yang bersangkutan kehabisan uang. Akibatnya jumlah uang yang beredar bertambah pesat, angka inflasi tahun 1998 pada saat itu sebesar 58%, dan tahun 1999 turun jadi 20,7%.

Dengan inflasi terkontrol sebesar 10% setahun secara konstan, maka pada tahun 2028 inflasi kumulatif yang akan kita derita sejak tahun 2008 sampai dengan 2028 adalah sebesar 572,75%.

Menghitung inflasi 20 tahun lagi bukan dengan cara 20x10%=200%. Ada faktor "bunga berbunga" yang harus dihitung. Jadi rumusnya adalah (1+0.1)^20 - 1, dengan angka 20 sebagai tahun yang dihitung. Itu berarti sebuah kamera single lens reflex entry level yang saat ini berkisar 5 juta rupiah sudah akan melonjak harganya menjadi 28,6 juta rupiah pada saat itu. Padahal gaji para karyawan biasanya tidak akan naik seturut inflasi, sehingga secara riil sebenarnya kemampuan daya belinya menurun seturut makin tua, makin letoy, dan kian tidak berdaya si karyawan itu untuk pindah kerja.

Dengan tingkat inflasi kumulatif sebesar 572,75% dalam 20 tahun, maka pada tahun 2028 itu ongkos parkir 2 jam pertama yang tadinya 2.000 rupiah, naik menjadi 11.455 rupiah. Pizza yang sekarang Rp 50.000 akan naik menjadi Rp 286.375. Diperkirakan saat itu sudah ada pecahan uang kertas rupiah Rp 1.000.000, karena apa yang saat ini kita bisa beli dengan duit Rp 100.000 saja sudah setara Rp 572.750.

Di seluruh dunia terjadi inflasi. Bahkan di Amerika Serikat sekalipun. Inflasi kumulatif dollar AS antara tahun 1913 sampai tahun 2006 menurut inflationdata.com mencapai 1.923,93%.

[Source : 3636]


Related Content by Category



Blog Widget by LinkWithin
Feel free to subscribe via Rss Feed or enter your e-mail below to have the latest update !
Your e-Mail:

Subscribe to Nakinisa Sima

2 comments

Yusa Indera said... @ October 8, 2008 at 3:41 PM

Sore mas..minal aidin wal faidzin juga mas..mohon maaf lahir dan bathin..

Memang kelihatannya dolar makin naik lagi nih mas..di metrotv tulisannya krisis ekonomi lagi..masa depan rupiah wah kacau kl inflasi terus..

Ani said... @ October 9, 2008 at 12:44 AM

Pertama : Mohon maaf lahir dan batin juga, mumpung masih suasana lebaran
Kedua: thanks untuk komen dan doanya di postingan ttg cek dari GA..
Ketiga: ulasan ttg inflasinya bagus!

Post a Comment

Silahkan berkomentar, bercanda boleh, asal jangan spam!