Krisis Aqidah dan Syirik Menghantui Umat Islam :: Nakinisa Sima

Z aman ini makin edan, begitu kata teman-teman saat ngobrol di sore hari. Seiring majunya tekhnologi dan peradaban manusia, disitu pula dampak positif maupun negatif yang harus diterima. Demikian pula berita hangat setiap hari selalu terpampang di media cetak, yang tidak sedikit memperbincangkan masalah kriminalitas dan moralitas bangsa yang semakin bobrok, apakah dunia ini semakin tua, ataukah tingkat keimanan manusia karena semakin lupa pada yang Maha Kuasa?.

Ada anak yang membunuh ibunya, bapak memperkosa anaknya, koruptor makin merajalela, narkotika semakin marak, mutilasi dsb, bahkan kemusyrikan yang jelas-jelas dilarang keras oleh agama sudah dianggap hal yang biasa, malah menjadi sebuah lahan bisnis yang dianggap menguntungkan bagi sebagian pihak yang memang sengaja memanfaatkan lemahnya iman seseorang. Banyaknya aliran-aliran sesat yang menghantui negeri Indonesia belakangan ini sebagai akibat lemahnya dalam pemahaman tentang Islam terlebih pada Aqidah/Tauhid-nya. Kalau seluruh ormas2 Islam bersatu dan bekerja sama untuk mengentaskan Buta Islam dan Buta Al-Quran serta menumpas segala bentuk pembodohan/pemikiran2 yang membahayakan umat Islam seperti Pluralisme/Liberalisme, aliran sesat dan semacamnya, tentu kejadian ini tak kan pernah terjadi. Masalahnya seluruh ormas Islam semuanya terpaku dan konsentrasi pada Politik dan Parpol2-nya, yang akhirnya mengabaikan umatnya. Bahkan tak jarang dari Parpol Islam bersitegang dengan Parpol Islam lainnya, ormas Islam bersitegang dengan ormas Islam lainnya, sehingga umat yang menjadi korbannya. Sementara pihak yang lain hanya menjadi penonton dan mentertawakan umat Islam saja. Itulah lemahnya kita umat Islam Indonesia mudah diadu domba.

Masih banyak umat Islam termasuk para artis dan para pejabat negara sampai warga yang masih mengandalkan jasa dukun dalam mempermudah urusannya, baik cepat naik pangkat/jabatan, ringan rizki, ringan jodoh, lebih cantik seperti pasang susuk, santet, teluh dsb. Demikianlah krisis aqidah dan syirik sudah merajalela kemana2. Masih banyak pula para Ustadz dan Kiyai kita yang masih mengandalkan bantuan jin dalam mengurus urusannya. Termasuk dalam hal mempercayai azimat, batu cincin, keris dll hanya untuk mendapatkan kekuatan. Walaupun dengan alasan ulama dulu sakti2, ini tak pernah diajarkan oleh Rasulullah SAW. dan Para Sahabatnya kecuali hanya mengandalkan pertolongan Alla SWT.

Masih banyak umat Islam yang tidak paham dengan Islam-nya, tapi sangat loyal dengan ulamanya, bahkan walaupun mereka tidak tahu bahwa kyai ataupun ulamanya telah menjadi korban cuci otak pihak barat dan menyerang Islam dari dalam, mereka akan membelanya habis2an, walaupun cara berpikirnya jelas2 menentang Al-Quran dan Al-Hadits. Bahkan ada yang sampai mau diadu domba antara sesama Islam. Itulah krisis Taqlid Buta sudah merajalela kemana2. Umat Islam lebih sakit ketika ulamanya yang dihina, habibnya yang dihina, syekhnya yang dihina, Nabinya yang dihina, ketimbang Islam-nya yang dihina dan Al-Quran-nya yang dihina. Padahal Rasulullah SAW, ketika dirinya yang mendapat hinaan beliau tak terlalu pedulikan, tapi ketika Islam-nya yang dihina dan Al Quran-nya yang dihina Beliau akan sangat marah.

Banyaknya warga penduduk dan para pembesar Negara yang berdatangan menziarahi kuburan dan makam keramat. Kalau cuma sekedar ziarah dan mendoakan jenazah wali sih tak masalah, tapi ini mendoakan diri sendiri kepada Allah melalui perantara wali ini jadi masalah serius dalam hal syirik. Ini tak ada bedanya dengan Penduduk Mekkah zaman Jahilliyah yang menyembah Patung Latta dan Uzza, dengan dalih menyembah kepada Allah SWT melalui perantara patung Latta dan Uzza (Latta dan Uzza adalah Alim Ulama yang hidup sebelum zaman Rasulullah SAW), cuma bedanya yang satu patung yang satu lagi makam keramat. Padahal Rasulullah SAW sendiri melarang umatnya membuat makam keramat diatas kuburannya. Dan Wali Songo sendiri tak pernah mengajarkan hal itu pada umatnya saat itu. Mungkin saat para wali menyampaikan Islam dan belum selesai menyampaikan ajaran Islam-nya, para wali songo sudah keburu meninggal. Justru kitalah umat Islam seluruh Indonesia yang seharusnya melanjutkan perjuangan para Wali ini untuk meng-Islamkan Umat Islam sebagaimana Islam-nya Rasulullah SAW. dan para Sahabatnya.


Related Content by Category



Blog Widget by LinkWithin
Feel free to subscribe via Rss Feed or enter your e-mail below to have the latest update !
Your e-Mail:

Subscribe to Nakinisa Sima

1 comments

Ani said... @ December 25, 2008 at 4:04 AM

Begitulah mas yang saat ini terjadi, spt yang mas uraikan di atas. Semoga kita tidak termasuk yang syirik dan mengalami krisis akidah. amiiin

Post a Comment

Silahkan berkomentar, bercanda boleh, asal jangan spam!