Selamat Hari Raya Idul Adha 1425H :: Nakinisa Sima

B ulan Dzulhijjah selain bulan pelaksanaan haji, juga merupakan bulan berkurban. Di bulan ini umat Islam yang mampu dianjurkan untuk berkurban dengan menyembelih hewan yang telah ditentukan oleh syariat. Berikut Pemahaman bulan Bulan Dzulhijjah menurut Prof. Dr. H. Muardi Khatib, Guru Besar UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.

Apa itu kurban?
Kurban atau udhhiyah adalah penyembelihan hewan yang ditentukan oleh agama dan telah dicontohkan oleh Nabi. Penggunaan kata kurban hanya di Indonesia. Sementara dalam al-Quran disebut dengan wanhar (berkorbanlah). Pelaksanaannya terbatas mulai dari setelah shalat Idul Adha sampai hari tasyrik, tanggal 10-13 Dzulhijjah. Kurban ini khusus hewan kambing, sapi, domba, dan unta. Dengan syarat hewannya sehat, gemuk, dan tidak cacat. Dan tentu harus didapat dengan cara yang halal pula. Dalam mazhab Syafi'i hukumnya sunnah muakkad.

Makna dan Hikmah kurban dalam Islam
Dalam Islam kurban memiliki dua dimensi. Pertama, sebagai sarana untuk mendekatkan diri kepada Allah. Seperti kedekatan antara Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail kepada Allah. Kedua, untuk menyambung tali silaturrahim antara orang kaya (the have) dan orang miskin (the have not). Kurban merupakan bentuk rasa syukur akan nikmat yang diberikan oleh Allah. Dalam al-Quran surat at-Takatsur ayat 1-2 disebutkan,"Sesungguhnya Allah telah memberi nikmat yang banyak, untuk itu dirikanlah sholat dan berkorbanlah". Saudara-saudara kita yang tidak mampu harus dihibur bahwa mereka tidak sendiri, ada saudaranya yang seiman dengan mereka yang akan selalu membantu, melalui kurban jembatan itu bisa terbangun.

Kurban adalah bentuk kasih sayang kita kepada orang yang dikasihi, dalam hal ini mereka yang tidak mampu. Karena itu, kurban yang diberikan harus hewan yang terbaik, yang membuat orang yang dikasih merasa senang, bukan sebaliknya. Jangan sampai ada saudara kita yang hidup miskin dan kurus karena jarang makan daging. Daging itu gizinya sangat tinggi, karena itulah kurban yang diberikan berupa daging hewan, sebagaimana yang telah ditentukan oleh syariat. Daging ini tidak boleh dijual atau diganti dengan barang yang lain. Banyak orang yang mengatakan kenapa tidak dengan bentuk lain yang lebih dibutuhkan, seperti, makanan, pakaian, beasiswa, pembangunan fasilitas umum dan lain sebagainya. Dalam Islam sarana untuk membantu orang lain itu sangat banyak, mulai dari zakat, infak, shodaqoh, wakaf, dan hibah.

Hewan kurban disembelih di wilayah orang yang akan diberi, supaya ada syiarnya. Agar jelas, sebelum penyembelihan disebutkan nama perkurban, dan ditulis nama pekurban di leher hewan tersebut. Jadi intinya, kepada orang yang mampu, berkurbanlah!, sebagai rasa syukur. Banyak saudara kita yang membutuhkan uluran tangan kita.

Selamat Hari Raya Idul Adha 1425H.


Related Content by Category



Blog Widget by LinkWithin
Feel free to subscribe via Rss Feed or enter your e-mail below to have the latest update !
Your e-Mail:

Subscribe to Nakinisa Sima

0 comments

Post a Comment

Silahkan berkomentar, bercanda boleh, asal jangan spam!