Dunia Tidak Selebar Daun Kelor :: Nakinisa Sima

Dunia Tidak Selebar Daun Kelor

Pernah mendengar pepatah lama, "Dunia tidak selebar Daun Kelor" ?. Bayangkan jika dunia selebar daun kelor, hanya selebar ujung jari :). Tapi kenapa "daun kelor" yang dipakai untuk ungkapan itu, bukankah banyak tumbuhan lain yang berdaun lebih kecil ?. Mungkin karena daun kelor dulunya lebih dekat dengan kehidupan sehari-hari nenek moyang kita, lebih sering terlihat, dipercakapkan dan digunakan. Daun kelor dapat tumbuh dengan baik di dataran rendah hingga ke daerah-daerah yang berketinggian sampai 300 meter di atas permukaan laut. Biasanya ditanam untuk pagar kebun. Akan tetapi acapkali pula digunakan sebagai tanaman penyangga, misalnya di kebun-kebun sirih. Namun jarang sekali kelor ditanam di suatu kebun khusus, padahal manfaatnya banyak sekali.

Ternyata akar kelor mengandung minyak yang khasiatnya untuk mengobati sakit tulang dan ayan. Orang dahulu menggunakan dedaunan sebagai obat tradisional yang cukup terbukti keampuhannya. Selain itu, bila akar kelor dicampur dengan daunnya, dapat berguna untuk memperlancar air seni. Asal kuat aja sama baunya...

Umumnya bentuk daun kelor ini bergulung-gulung seperti pipa kecil. Batangnya pun terlihat kecil-kecil dan berpori, oleh karena itu mudah rapuh, tidak baik digunakan untuk bahan bangunan, hehe.. Biasanya orang-orang dulu menggunakan-nya untuk kayu api, pagar dan penyangga, daun, biji dan buahnya digunakan sebagai obat. Bahkan ada sebagian yang mengatakan daun kelor bisa digunakan untuk penangkal ilmu hitam, ataupun mengeluarkan susuk, nah yang satu ini saya ga ngerti karena belum dan jangan sampai pernah pakai susuk..:).

Daun kelor berbentuk bujur telur, bersirip tidak sempurna. Berkhasiat untuk mengobati kurap dan sebagai obat luar bagi anak-anak. Selain sebagai obat, daun dan buahnya yang masih muda biasa diambil orang untuk dibuat sayur. Jadi berbeda sekali dengan batang dan akarnya yang berbau tak enak dan tajam, daun dan buahnya malah sedap untuk dijadikan teman nasi.

Daun kelor digolongkan sebagai tanaman obat-obatan, bunganya berwarna putih dan berdaun bunga besar. Bijinya juga enak dimakan, karena mengandung minyak behen. Hampir semua bagian pohon kelor mengandung obat. Tanaman semacam inilah yang perlu kita pelihara, yakni tumbuhan yang mempunyai manfaat ganda. Tidak ada ruginya bila kita menanam, karena sewaktu-waktu akan diperlukan terutama sebagai obat. Siapa tahu lebih manjur dari obat-obat masa kini yang harus beli di toko atau apotik.

Mencari bibit tanaman pagar semacam ini biasanya gampang-gampang susah. Kalau kebetulan, kita dapat memperolehnya dengan mudah dan murah, bahkan sering-sering tak usah beli. Tapi kadang-kadang susah, karena kelor tidak diperkebunkan. Jarang orang menanamnya, susah kita mencarinya. Tapi bagaimana-pun sukarnya, bisa kita usahakan, toh "dunia tidak selebar daun kelor".


Related Content by Category



Blog Widget by LinkWithin
Feel free to subscribe via Rss Feed or enter your e-mail below to have the latest update !
Your e-Mail:

Subscribe to Nakinisa Sima

2 comments

bisnis online said... @ September 6, 2009 at 9:27 AM

mungkin karena daun kelor banyak kegunaannya, sehingga ada dalam pribahasa. aku sampai sekarang belum pernah lihat daun kelor itu sperti apa (baru di blog ini hehe)

Stop Dreaming Start Action said... @ September 6, 2009 at 8:29 PM

ternyata daun kelor bukan hanya ungkapan saja, tapi lebih dari itu ternyata daun kelor juga memiiki banyak sekali manfaat

Post a Comment

Silahkan berkomentar, bercanda boleh, asal jangan spam!