Madu dan Bisa Lebah Untuk Mengobati Bermacam Penyakit :: Nakinisa Sima

Madu dan Bisa Lebah Untuk Mengobati Bermacam Penyakit

Masyarakat Indonesia mengenal madu yang konon kabarnya digunakan sebagai obat kuat bila dicampur dengan telor ayam mentah dan merica yang ditumbuk halus, kemudian ditelan. Begitu juga para penjual jamu di tepi jalan sering menggunakan madu sebagai campuran jamu ramuannya. Madu dari kepulauan di luar Jawa kata orang lebih baik, lebih unggul dari madu di Jawa. Orang kenal madu dari Sumbawa, Kalimantan, Lombok dan lain-lainnya. Madu Arab adalah nomor wahid, begitu kata salah seorang penjual madu yang saya jumpai, tetapi jarang sekali kita temui madu Arab asli di pasaran Indonesia. Orang yang pernah ke negeri Arab atau mendapat kiriman dari sana, mengetahui bahwa madu Arab dijual di dalam kaleng-kaleng yang tertutup rapat sekali dan diekspor, madunya kental dan manis sekali. Madu Rusia tidak dikenal di negeri kita, meskipun dari Rusia sudah berabad-abad meng-ekspor madu ke seluruh dunia.

Mungkin anda pernah membaca buku karangan N. Yoirish yang berjudul "Curative Properties of Honey and Bee Venom" (khasiat penyembuhan dari madu dan bisa lebah). Dalam mukadimahnya penulis buku itu mengemukakan, bahwa semenjak jaman purba Rusia dikenal sebagai "Negara Madu". Dalam abad ke-10 pemeliharaan lebah telah menjadikan satu bagian ekonomi Rusia yang sudah amat meluas, dan madu merupakan barang ekspor yang cukup penting. Para pemelihara lebah yang ulung dan sarjana-sarjana terkemuka banyak membantu pengembangannya. Seorang yang bernama P. Prokopovich di abad yang lalu telah membuat sarang lebah yang dapat dipindah-pindahkan ke sana-sini. Pendapatnya itu masih selalu terkenal hingga sekarang dan mendapat ucapan terima kasih dari pemelihara-pemelihara lebah umumnya. Tempat pemeliharaan lebah di Ukraina adalah terbesar dan terbaik pada jamannya, sehingga para pemelihara lebah dari segala pelosok Rusia dan dari luar negeri datang kepadanya untuk mempelajari metodenya. Sekolah pemeliharaan lebah yang kemudian didirikannya adalah yang pertama di Rusia, bahkan juga di seluruh Eropa. Rusia sempat menduduki tempat pertama di dunia dalam produksi madu.

Madu bukan hanya lezat dan bergizi, tetapi juga berkat komposisi kimia di dalamnya, madu dapat digunakan untuk mengobati macam-macam penyakit. Bisa lebah (sengat, bee venom) juga merupakan obat yang sudah dikenal semenjak dahulu. Sudah lama sekali manusia mengetahui, bahwa bisa lebah dapat menyembuhkan penyakit-penyakit encok. Di samping encok, banyak penyakit-penyakit lain dapat diobati dengan bisa lebah. Menurut penyelidikan, lebah sudah terdapat di dunia dalam jaman Tertiary, yaitu hampir 56 juta tahun sebelum munculnya manusia. Peninggalan tertua mengenai madu terdapat pada dinding Jaman Batu Baru di Guha Labah-labah, dekat Valencia, yaitu lukisan yang memperlihatkan pengambilan madu liar oleh seorang manusia purba dari sebuah lobang di samping gunung, dengan lebah-lebah beterbangan di sekitarnya.

Di Piramida Mesir kuno terdapat tulisan-tulisan mengenai kegunaan madu sebagai makanan dan obat. Papyrus (tulisan di atas daun papyrus seperti rontal kita) tertua, koleksi George Ebers yang ditulis pada 3500 tahun yang lalu mencatat, bahwa madu harus digunakan untuk menyembuhkan luka-luka dan untuk merangsang pengeluaran air seni serta untuk memperlancar buang air besar.

Dalam mitologi Hindu, lebah menduduki tempat kehormatan. Visnu, lambang yang memberikan kehidupan alam semesta, dilukiskan sebagai seekor lebah yang beristirahat di kembang teratai. Di India sudah sejak dahulu kala orang mengenal madu sebagai obat dan penyegar (tonikum). Juga sebagai "alternation", penggunaan sebagai obat yang "memberikan kebahagiaan kepada pria dan mempertahankan kemudaan" dibuat dari madu sebagai bahan utamanya. Madu dianggap sebagai obat paling penting untuk melawan macam-macam racun. Menurut Kitab "Ayur Veda", umur manusia dapat diperpanjang dengan menjalankan semacam diet, yang terutama terdiri dari madu dan susu.

Di Yunani Kuno, madu dianggap sebagai hadiah alam yang paling berharga. Orang Yunani menganggap, bahwa dewa-dewa mereka hidup abadi (immortal) sebab mereka memakan "Ambrosia" yang berisikan madu. Oleh karena itu mereka mempersembahkan kepada dewa-dewanya buah-buahan yang dilumas dengan madu pada upacara-upacara persembahyangan.

Pythagoras, bapak Matematika, pernah mengatakan bahwa ia bisa hidup sampai 90 tahun berkat banyak memakan madu. Beliau dan pengikut-pengikutnya tidak makan daging, mereka hidup dengan memakan sayur-sayuran dan madu.

Hippocrates, ahli pengobatan besar dan bapak ilmu kedokteran yang hidup sampai 107 tahun, makan madu secara tetap dan menggunakannya sebagai obat untuk berbagai penyakit.

Ibnu Sina (Avicenna), ahli filsafat yang termasyhur dan tabib pula menganjurkan orang-orang tua supaya makan madu. Menurut pendapatnya, madu memperpanjang umur dan mempertahankan kemampuan bekerja di hari-hari tua. "Apabila engkau ingin tetap muda, makanlah madu" katanya.


Related Content by Category



Blog Widget by LinkWithin
Feel free to subscribe via Rss Feed or enter your e-mail below to have the latest update !
Your e-Mail:

Subscribe to Nakinisa Sima

2 comments

Anwar Ef said... @ September 5, 2009 at 5:43 PM

Salam kenal dari Dapat Info Travelling

Bisnis Online said... @ November 30, 2009 at 2:14 PM

madu enak banget, manis. waktku dulu masih kuliah, gw sering gak sarapan. tapi minum teh madu. tapi ampe siang badan gw baik-baik aja tuh. sipp deh. tambah pengetahuan nih tentang kesehatan dan madu. thanks ya buuu

Post a Comment

Silahkan berkomentar, bercanda boleh, asal jangan spam!