Operasi Caesar Berisiko Terhadap Penyakit Asma :: Nakinisa Sima

OperasiCaesar

Ada 2 alasan menempatkan caesar bukan sebagal pilihan utama. Berdasarkan berbagai penelitian, bayi yang dilahirkan dengan operasi caesar berisiko lebih tinggi terhadap berbagai jenis penyakit. Hal itu karena bayi tersebut membutuhkan waktu lebih lama, yakni 6 bulan untuk mencapai mikrobiota usus yang serupa dengan bayi lahir normal. Masih berdasarkan riset yang sahih, yakni dari tim peneliti Belanda, bayi yang lahir melalui operasi caesar lebih mudah terkena asma.

Studi itu melibatkan hampir 3000 anak. Hasilnya, anak yang lahir dengan operasi caesar, sekitar 80% berhubungan dengan meningkatnya risiko asma pada usia 8 tahun dibandingkan anak yang lahir normal. Relasi itu lebih kuat pada anak yang orangtuanya menderita alergi. Demikian jurnal Thorax mempublikasikan temuan tersebut.

Penelitian sebelumnya menemukan hubungan antara operasi caesar dengan alergi. Dari sekitar 2917 anak yang diobservasi, 247 diantaranya lahir melalui operasi caesar. Sebanyak 12% anak didiagnosis menderita asma ketika berusia 8 tahun yang diobati dengan steroid hirup. Tim peneliti menemukan bahwa sekitar 9% anak yang kedua orangtuanya menderita alergi, hampir 3 kali lebih besar terkena asma saat berusia 8 tahun daripada anak yang orangtuanya tidak alergi.

Faktor Kekebalan
Ketua tim peneliti, Dr. Caroline Roduit yang kini berkiprah di Children's Hospital of Zurich, Swiss mengatakan, laju penderita asma pada anak semakin menggelembung di negara-negara industri sejalan dengan naiknya kelahiran melalui operasi caesar yang meningkat dari 5% pada tahun 1970-an menjadi 30% tahun 2000. Ia menyatakan, salah satu alasan hubungan antara operasi caesar dengan asma adalah melemahnya sistem kekebalan setelah bayi dilahirkan. Riset lain megatakan, bayi yang dilahirkan melalui caesar tidak terpapar mikroba segera setelah dilahirkan seperti halnya kelahiran normal, menyokong pendapat Roduit.

Roduit mengatakan, parameter seperti banyaknya partisipan, pemantauan dalam jangka lama, serta penggunaan steroid hirup menguatkan hasil temuan itu. "Meningkatnya operasi caesar lebih banyak karena alasan sepihak daripada faktor medis," kata Roduit. "Dalam situasi seperti itu, seorang ibu harus diberikan informasi mengenai risiko asma terhadap anak, apalagi jika orangtua memiliki riwayat alergi atau asma."

"Adakalanya operasi caesar diperlukan karena alasan medis, namun kelahiran normal adalah lebih baik," tandas Dr. Mike Thomas, ketua lembaga amal asma Inggris.

"Bila Masih Memungkinkan Melahirkan Dengan Cara Normal, Maka Lakukanlah, Operasi Caesar Hanyalah Pilihan Akhir".


Sumber : Health Today


Related Content by Category



Blog Widget by LinkWithin
Feel free to subscribe via Rss Feed or enter your e-mail below to have the latest update !
Your e-Mail:

Subscribe to Nakinisa Sima

0 comments

Post a Comment

Silahkan berkomentar, bercanda boleh, asal jangan spam!