Sensitif atau Terlalu Cuek kah Anda? :: Nakinisa Sima

Sensitif atau Terlalu Cuek kah Anda

Banyak orang bilang, sesuatu yang bersifat terlalu atau berlebihan hasilnya pasti tidak baik. Cukup yang proposional dan wajar saja untuk mendapatkan hasil yang baik. Seperti halnya sifat sensitif dan cuek, boleh saja, namun dalam batas yang wajar. Seseorang yang sensitif biasanya di dalam kehidupan sehari-harinya akan terlihat normal saja. Seseorang yang sensitif baru akan terlihat jika Anda sudah berinteraksi langsung dengan orang tersebut. Berbeda dengan orang yang terlalu cuek. Orang seperti itu dapat langsung kita lihat dari perilakunya atau caranya berpakaian sehari-hari. Bagi orang yang terlalu sensitif, akan menganggap seseorang yang memberikan saran/masukan seperti menyerang pribadinya. Orang yang sensitif biasanya langsung emosi, sedih atau marah. Berbeda dengan yang berpikir positif, lebih menganggapnya sebagai masukan untuk upaya pengembangan diri menjadi lebih baik.

Sebaliknya dengan yang terlalu cuek, biasanya tidak terlalu peduli dengan apa yang terjadi di sekitarnya. Akan ada ada tuntutan dan harapan dalam pekerjaan maupun dalam berteman dari orang di sekitarnya karena menganggap orang yang terlalu cuek adalah orang yang tidak sopan atau tida bertata krama. Sebagai seorang teman yang ingin memberikan saran/masukan harus dengan cara spesifik. Lihat orang yang dihadapi, apakah tingkatan sensitifnya terlalu, sedang, atau masih dalam taraf wajar. Memberikan masukan harus memilih dengan kata-kata yang tepat kepada orang yang terlalu sensitif, agar kata-kata yang dilontarkan tidak dianggap menyerang atau memojokkannya. Sebaliknya, bagi Anda yang sensitif harus lebih terbuka. Anggap bahwa masukan yang diberikan, dapat mengembangkan sesuatu yang kurang dalam diri. Tidak setiap orang bisa menerima hal tersebut, namun jika masukan tersebut diterima, maka tandanya Anda bisa menghargai lingkungan tempat berinteraksi.

Cukup sensitif juga memiliki keuntungan tersendiri karena lebih peka terhadap ingkungan, jadi mengerti harus bersikap seperti apa terhadap lingkungan. Asalkan jangan terlalu sensitif, karena dapat membuat Anda terlalu jauh menginterpretasikan orang lain. Penilaiannya berdasarkan mengikuti kata hati, sehingga jadi menduga-duga hingga akhirnya sering sakit hati. Dalam bersosialisasi, ada hal-hal yang perlu diperhatikan dalam menilai tuntutan lingkungan atau membaca situasi. Jangan hanya mengandalkan penilaian dari hati saja. Penalaran dari logika juga perlu untuk menanyakan apa yang sedang terjadi pada lawan bicara atau orang lain, sehingga tidak hanya menduga-duga apa yang sedang terjadi.

Diri kita adalah yang paling tahu tentang pribadi sendiri, namun teman kadang bisa dianggap cermin terhadap diri. Kita dapat meminta masukan/saran dari teman, dengan cara yang tepat dan objektif. Sebelumnya harus saling mengenal lebih jauh teman paling dekat, membiasakan diri mendapatkan feedback (timbal balik) dari lawan bicara, dan meminta bantuannya memecahkan suatu masalah. Memang butuh latihan untuk mengenal diri, terlalu sensitifkah atau terlalu cuek?. Untuk mendapatkan kesan yang klop dengan kesan dari diri sendiri adalah komunikasi dengan lingkungan seperti masukan dari orang lain dan jangan takut untuk menerima kritik. Harus belajar mengenal diri sendiri, mau berubah untuk kebaikan diri sendiri dan lingkungan, jangan semata-mata hanya karena tuntutan atasan atau pasangan. Kita tidak bisa mengubah diri sendiri kalau tidak mau mengubahnya dengan tekad yang kuat.

Untuk menghadapi orang yang terlalu sensitif ataupun sebaliknya, terlalu cuek, dibutuhkan tingkah laku seperti apa yang tepat. Mood seseorang tidak selamanya baik, kadang-kadang ada perasaan kurang nyaman, diberikan candaan malah menjadi tersinggung atau sensitif. Amati situasi dan kebiasaan seseorang, mempunyai karakter yang sensitif atau cuek secara situasional. Prioritas lainnya adalah jangan memberikaan suatu candaan jika bukan waktunya untuk bercanda, misalkan dalam keadaan yang formal. Seseorang yang bercanda tidak pada tempatnya bisa dinilai tidak memiliki tata krama dan dianggap tidak sopan. Mungkin maksud orang tersebut agar terkesan lebih akrab, namun kesan yang ditangkap lingkungan menjadi sebaliknya, apalagi jika yang menerima candaannya adalah orang yang terlalu sensitif. Ada orang-orang yang terpengaruh dan ada orang pula yang tidak. Intinya bagaimana seseorang bisa menyikapi pribadi orang-orang yang ada di lingkungannya.

Sumber : Dokter Kita


Related Content by Category



Blog Widget by LinkWithin
Feel free to subscribe via Rss Feed or enter your e-mail below to have the latest update !
Your e-Mail:

Subscribe to Nakinisa Sima

2 comments

mengembalikan jati diri bangsa said... @ August 7, 2009 at 1:19 PM

menurut saya pribadi..
yang paling saya suka adalah sifat cukup sensitif..
karena kita juga bisa sedikit peka terhadap keadaan lingkungan sekitar...

Ilmi Aji said... @ December 3, 2009 at 3:07 PM

saya cukup sensitif, beda banget dengan pacar saya yg cuek

Post a Comment

Silahkan berkomentar, bercanda boleh, asal jangan spam!